Selasa, 16 Desember 2014

20 Tahun.

Waktu itu, saya sedang mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk panitia OSKM 2013. Saya sedang mengikuti kegiatan mentoring Agama sebagai rangkaian acara pertama diklat tersebut. Saat itu, pembicaraan antara kami dengan kakak mentor mengenai visi hidup.

Sebenarnya pembicaraan nya biasa saja.

Tapi, entah kenapa salah satu statemen teman saya pada mentoring tersebut cukup membuat saya memiliki visi jangka pendek semenjak saat itu.

"Sebaik-baik manusia, adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain"

Di akhir, kami disuruh menuliskan apa tujuan hidup kami. Saya pun membuat versi jangka pendeknya saat itu. 

Bisa bermanfaat bagi 2000 orang lain sebelum usia saya 20 tahun.  
Entah kenapa, hal ini sangat membuat saya antusias. Menarik sebenarnya mengerjakan hal ini. Sebuah visi yang bersifat challenge. Saat itu, saya menganggap 2000 orang itu sangat banyak namun masuk akal. Saya pun membatasi istilah "bermanfaat bagi orang lain" dengan sederhana : saya bisa membuat orang itu (minimal) tersenyum.

Mulai saat itu, saya antusias mengikuti kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. Saya coba hitung-hitung lagi manfaat saya ketika mengikuti kegiatan Pengmas STEI. Saya lalu coba kejar kekurangannya mulai saat itu juga. Saya coba mengikuti kegiatan pengmas angkatan, KKN, mengambil tanggung jawab untuk memimpin orang, membuat orang-orang lain di sekitar saya ceria, bertingkah konyol dengan orang-orang baru, dan sebagainya.

Minggu lalu, usia saya akhirnya menginjak usia 20 tahun.Sayangnya, hal ini tidak berhasil saya capai.

Hitungan khusus sengaja saya terapkan untuk dua orang. Orang tua. Ini yang tidak berhasil saya capai. Bermanfaat bagi orang tua, rasanya memiliki paramater yang lebih tinggi.

Akademik adalah salah satu yang sangat penting menurut orang tua saya. Sayangnya, prestasi akademik saya belum berhasil membahagiakan mereka. Sedikit mengecewakan, terlebih semester kemarin. Saya merasa tidak enak bila ada banyak orang di luar sana yang saya ingin buat mereka bahagia, namun dua orang terpenting dalam hidup saya tidak berhasil saya bahagiakan.

Setiap orang selalu berangan-angan apa yang mereka inginkan di usia yang baru.

Di usia 20 tahun ini, saya rasa tujuan saya sederhana. 
 Membahagiakan orang tua saya. Dengan cara yang paling dekat, prestasi akademik.

Salam.
Mumpung lagi ada internet.
Muhammad Reza Irvanda

Tidak ada komentar: